Hisab dan Rukyat Hilal: Cara Menentukan Awal Ramadan yang Perlu Dipahami Umat

Fawaied Fahmy
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Fawaied Fahmy (Jurnalis)
Fawaied Fahmy
Fawaied Fahmy Jurnalis

LangsungKlik.id – Setiap menjelang Ramadan, pertanyaan yang sama kembali muncul di tengah masyarakat: kapan mulai puasa? Sebagian orang menunggu pengumuman resmi pemerintah, sebagian lain sudah lebih dulu mengetahui tanggalnya dari kalender. Di balik itu semua, ada dua metode yang digunakan untuk menentukan awal Ramadan, yaitu hisab dan rukyat hilal. Keduanya sering dianggap berbeda, padahal tujuannya sama, yakni memastikan umat Islam memulai ibadah puasa di waktu yang tepat.

Advertisement

Hisab adalah metode penentuan awal bulan Hijriah berdasarkan perhitungan astronomi. Dengan ilmu falak atau ilmu perbintangan, para ahli menghitung posisi bulan dan matahari secara detail. Dari data tersebut, bisa diketahui apakah hilal—bulan sabit tipis pertama setelah ijtimak—sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam. Jika sudah memenuhi kriteria tertentu, maka malam itu dihitung sebagai awal bulan baru.

Baca Juga :  Review Dandadan Season 2 Episode 1: Misteri Kutukan Baru Dibuka, Komedi dan Horor Makin Solid

Di Indonesia, metode hisab digunakan oleh Muhammadiyah. Organisasi ini memakai kriteria wujudul hilal. Artinya, selama hilal sudah “wujud” atau berada di atas ufuk setelah matahari terbenam dan ijtimak sudah terjadi, maka bulan baru dinyatakan dimulai. Karena berbasis perhitungan, tanggal awal Ramadan bisa diketahui jauh-jauh hari sebelumnya dan biasanya sudah tercantum dalam kalender.

Advertisement

Berbeda dengan hisab, rukyat hilal adalah metode pengamatan langsung di lapangan. Pengamatan dilakukan pada tanggal 29 bulan berjalan, tepat saat matahari terbenam. Tim rukyat akan memantau ufuk barat untuk melihat apakah hilal benar-benar tampak. Jika terlihat, maka malam itu ditetapkan sebagai awal Ramadan. Jika tidak terlihat, maka bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari, yang dikenal dengan istilah istikmal.

Baca Juga :  Majelis Ta’aruf Banom NU Karanganyar Bagikan 1.000 Takjil dan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Metode rukyat digunakan oleh Nahdlatul Ulama dan juga menjadi dasar dalam penetapan resmi pemerintah. Melalui Kementerian Agama Republik Indonesia, hasil hisab dan laporan rukyat dari berbagai daerah dikumpulkan dan dibahas dalam sidang isbat. Dari situlah pemerintah mengumumkan secara resmi kapan 1 Ramadan dimulai.

Mengapa kadang terjadi perbedaan awal Ramadan? Perbedaan biasanya muncul karena perbedaan kriteria. Hisab dengan konsep wujudul hilal tidak mensyaratkan hilal harus terlihat, cukup sudah berada di atas ufuk. Sementara rukyat mempertimbangkan kemungkinan visibilitas atau keterlihatan hilal secara nyata. Faktor cuaca, ketebalan hilal, hingga posisi bulan sangat memengaruhi hasil pengamatan.

Baca Juga :  BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Jawa Timur hingga 14 Agustus 2026

Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir perbedaan semakin jarang terjadi karena adanya kesepakatan kriteria di kawasan Asia Tenggara melalui forum MABIMS. Kriteria ini mencoba menjembatani pendekatan hisab dan rukyat agar lebih selaras.

Pada akhirnya, hisab dan rukyat bukanlah soal benar atau salah. Keduanya memiliki dasar ilmiah sekaligus landasan dalam ajaran Islam. Perbedaan yang mungkin muncul seharusnya disikapi dengan saling menghormati. Ramadan adalah bulan persatuan dan kebersamaan. Dengan memahami proses penentuannya secara lebih utuh, masyarakat bisa melihat bahwa keputusan yang diambil bukan sembarangan, melainkan melalui perhitungan matang dan pertimbangan yang bertanggung jawab. (*)

Advertisement
Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Fawaied Fahmy
Fawaied Fahmy
Jurnalis LangsungKlik.id yang berfokus pada penyajian informasi dan berita aktual, akurat, dan berimbang. Setiap informasi disusun berdasarkan fakta dan sumber yang kredibel dengan mengutamakan ketepatan, objektivitas, serta kebutuhan pembaca.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 15/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement