LangsungKlik.id – NASA mengungkap penjelasan ilmiah terbaru mengenai cara Bumi bergerak di Tata Surya. Meski selama ini dikenal bahwa Bumi mengelilingi Matahari, secara teknis planet kita tidak mengorbit tepat pada pusat Matahari. Fenomena ini dijelaskan melalui konsep barycenter, yakni titik pusat massa bersama yang dipengaruhi gravitasi seluruh benda langit di dalam sistem.
Konsep bahwa Bumi mengelilingi Matahari memang benar dalam pemahaman dasar astronomi. Namun, menurut penjelasan NASA, mekanisme sebenarnya jauh lebih kompleks karena gaya gravitasi bekerja dua arah di antara benda-benda langit.
Apa Itu Barycenter?
NASA menjelaskan bahwa barycenter merupakan titik pusat massa yang menjadi pusat perputaran dua atau lebih objek yang saling berinteraksi melalui gravitasi. Posisi barycenter ditentukan oleh massa masing-masing benda, bukan hanya benda yang berukuran paling besar.
Di Tata Surya, Matahari memang memiliki massa yang sangat dominan. Namun, keberadaan planet-planet raksasa seperti Jupiter dan Saturnus memberikan pengaruh gravitasi yang cukup besar sehingga titik barycenter tidak selalu berada di dalam Matahari.
Akibatnya, Matahari dan seluruh planet, termasuk Bumi, sebenarnya sama-sama bergerak mengelilingi titik pusat massa tersebut.
Pengaruh Jupiter dan Saturnus
Menurut penjelasan yang dikutip dari IFL Science, barycenter Tata Surya umumnya berada sangat dekat dengan Matahari. Akan tetapi, tarikan gravitasi Jupiter dan Saturnus membuat titik tersebut sering bergeser hingga berada di luar permukaan Matahari.
Astronom planet sekaligus komunikator sains James O’Donoghue juga menjelaskan bahwa secara umum planet memang disebut mengorbit Matahari. Namun secara teknis, seluruh planet mengorbit titik pusat massa bersama yang terus berubah akibat pengaruh gravitasi planet-planet besar.
Fenomena serupa juga terjadi pada sistem Bumi dan Bulan. Bulan tidak mengelilingi tepat di pusat Bumi, melainkan mengorbit titik pusat massa yang berada sekitar 5.000 kilometer dari pusat Bumi dan terus bergeser seiring perubahan posisi kedua benda langit tersebut.
Penjelasan ini tidak mengubah fakta bahwa Matahari tetap menjadi pusat Tata Surya dalam konteks pembelajaran umum. Namun, konsep barycenter memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai bagaimana gravitasi bekerja dan bagaimana seluruh objek di Tata Surya saling memengaruhi satu sama lain. (*)



