LangsungKlik.id – Suhu udara yang terasa lebih dingin pada dini hari hingga pagi dalam beberapa hari terakhir dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kondisi tersebut merupakan fenomena bediding, yang menjadi salah satu ciri khas musim kemarau.
Dikutip dari KompasTV, BMKG menerangkan fenomena bediding terjadi karena pengaruh Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin menuju wilayah Indonesia. Kondisi ini menyebabkan pembentukan awan berkurang sehingga langit cenderung cerah, terutama pada malam hari.
Minimnya tutupan awan membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih cepat dilepaskan kembali ke atmosfer saat malam. Akibatnya, suhu udara turun lebih signifikan dibandingkan saat musim hujan sehingga udara terasa lebih dingin, terutama menjelang pagi.
Fenomena tersebut umumnya terjadi pada musim kemarau dan paling sering dirasakan di wilayah dataran tinggi maupun pegunungan. Selain dipengaruhi Monsun Australia, tidak adanya awan yang cukup juga membuat radiasi panas dari permukaan bumi tidak tertahan.
BMKG mencatat sejumlah wilayah di Jawa Timur mengalami suhu minimum yang cukup rendah berdasarkan hasil pengamatan stasiun cuaca otomatis (AWS). Suhu terendah tercatat di kawasan Bromo.
Berikut lima wilayah dengan suhu minimum terendah di Jawa Timur:
- AWS Bromo, Kabupaten Probolinggo: 5,1 derajat Celsius.
- Tretes, Kabupaten Pasuruan: 14,0 derajat Celsius.
- Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang: 14,6 derajat Celsius.
- AWS Bondowoso, Kabupaten Bondowoso: 15,9 derajat Celsius.
- AWS Karangan, Kabupaten Trenggalek: 16,0 derajat Celsius.
BMKG menegaskan suhu udara yang lebih dingin saat musim kemarau merupakan fenomena yang normal dan hampir selalu terjadi setiap tahun. Selama Monsun Australia masih mendominasi dan musim kemarau berlangsung, udara dingin pada malam hingga pagi hari diperkirakan masih akan dirasakan di berbagai wilayah Indonesia, terutama kawasan dataran tinggi dan pegunungan.
Masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh saat beraktivitas pada malam dan pagi hari, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia, mengingat suhu udara dapat turun lebih rendah dibandingkan hari-hari biasanya. (*)



