LangsungKlik.id,Pacitan — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pacitan, Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pacitan, Febri Firdiansyah, menyerukan kepada seluruh kader GMNI untuk ikut menjaga kondusivitas serta persatuan masyarakat di tengah dinamika politik desa.
Febri menegaskan bahwa momentum Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan sesuatu yang wajar dan tidak seharusnya menjadi alasan bagi masyarakat untuk saling bermusuhan.
“Saya mengingatkan seluruh kader GMNI Pacitan agar tidak menjadi bagian dari provokasi yang dapat memperkeruh suasana. Kader harus hadir sebagai perekat di tengah masyarakat, bukan justru menjadi sumber perpecahan,” ujar Febri.
Ia meminta seluruh kader agar mampu menempatkan diri secara bijak, terutama ketika berada di tengah masyarakat yang memiliki pilihan politik berbeda. Kader GMNI diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, memperkeruh isu, maupun melakukan tindakan yang dapat memicu konflik antarmasyarakat.
Menurutnya, kemenangan dalam kontestasi Pilkades tidak boleh mengorbankan persaudaraan dan hubungan sosial masyarakat desa yang telah terbangun dalam waktu panjang.
“Pilkades hanya berlangsung dalam momentum tertentu, tetapi hubungan kekeluargaan masyarakat desa akan terus berjalan. Jangan sampai karena perbedaan pilihan, masyarakat terpecah dan saling bermusuhan,” katanya.
Febri juga mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bebas dan bertanggung jawab. Setiap warga memiliki hak untuk menentukan pilihannya tanpa tekanan, intimidasi maupun intervensi dari pihak mana pun.
Ia berharap seluruh pihak, mulai dari calon kepala desa, tim pendukung, masyarakat, hingga kelompok pemuda dan organisasi kemahasiswaan, dapat bersama-sama menciptakan Pilkades yang aman, demokratis, dan bermartabat.
“Demokrasi bukan tentang bagaimana kita memaksakan pilihan kepada orang lain, tetapi bagaimana kita mampu menghargai pilihan yang berbeda. Setelah Pilkades selesai, kita semua tetap masyarakat desa yang sama, tetap bertetangga dan tetap bersaudara,” tegasnya.
Lebih lanjut, Febri meminta kader GMNI untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan pendidikan politik yang sehat. Menurutnya, kader organisasi mahasiswa harus mampu memberikan contoh bagaimana perbedaan politik dapat dikelola secara dewasa.
“Jadikan Pilkades sebagai ruang belajar berdemokrasi. Berbeda pilihan boleh, tetapi jangan sampai kehilangan persaudaraan,” pungkas Febri.(*)



