LangsungKlik.id, Jember – Masyarakat Cempakaan-Tenggir, Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (5/9/26).
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi santunan anak yatim, khitan massal, dan donor darah. Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan Karang Taruna Dukuhmencek serta masyarakat sekitar.
Untuk kegiatan donor darah, panitia menghadirkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember untuk melayani masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya. Kehadiran PMI Kabupaten Jember menjadi bagian dari upaya panitia memberikan fasilitas yang memadai selama pelaksanaan donor darah.
Koordinator kegiatan, Niwan Ali Sandi, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut disiapkan sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi yang tidak hanya diisi dengan pengajian, tetapi juga kegiatan sosial yang dapat diikuti dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, tahun ini rangkaian kegiatan Maulid Nabi bisa kami isi dengan beberapa kegiatan sosial, mulai dari santunan anak yatim, khitan massal hingga donor darah. Seluruh kegiatan ini kami laksanakan bersama Karang Taruna Dukuhmencek dan masyarakat sekitar,” ujar Niwan Ali Sandi.
Menurut Misbahul Munir, penambahan khitan massal dan donor darah pada tahun ini merupakan bentuk pengembangan kegiatan agar peringatan Maulid Nabi memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Khitan massal dan donor darah menjadi kegiatan baru yang kami hadirkan tahun ini. Kami ingin momentum Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi dan membantu masyarakat melalui kegiatan yang nyata,” kata Misbahul Munir.

Peringatan Maulid Nabi tersebut telah menjadi agenda yang dilaksanakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Cempakaan-Tenggir. Tahun ini merupakan pelaksanaan yang keenam kalinya, dengan rangkaian kegiatan yang lebih beragam dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Selain kegiatan sosial, acara puncak peringatan akan dilaksanakan pada malam hari melalui pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang diikuti masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ahmad Fauzan berharap kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan dan berkembang sehingga semangat kepedulian masyarakat tidak hanya muncul saat peringatan Maulid Nabi.
“Harapannya kegiatan ini tidak berhenti sebagai acara tahunan saja. Kami ingin semangat kebersamaan dan kepedulian yang muncul dalam Maulid Nabi bisa terus hidup di masyarakat,” kata Ahmad Fauzan. (*)



