Ironi Amerika Serikat: Menyerang Iran, Kini Ketar-Ketir Ancaman Penutupan Selat Hormuz

Muhammad Yazid Bastomi
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Muhammad Yazid Bastomi (Jurnalis)
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomi Jurnalis

LangsungKlik.id – Setelah melancarkan serangan udara ke wilayah Iran, Amerika Serikat kini berada dalam posisi sulit. Negeri adidaya itu justru mulai menunjukkan kekhawatiran serius terhadap rencana Iran yang mengancam akan menutup Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi nadi perdagangan minyak dunia.

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis secara global. Sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia melewati selat ini setiap hari. Ketegangan melonjak usai AS melakukan serangan militer yang menargetkan situs di Provinsi Hormozgan, dengan dalih membendung ancaman dari kelompok milisi yang disebut didukung Iran.

Baca Juga :  145 Negara Dukung Pengakuan Palestina, Donald Trump Murka dan Ancam Perang Dagang

Namun Iran tak tinggal diam. Sejumlah anggota parlemen menyebut bahwa opsi menutup Selat Hormuz bisa segera diambil jika kedaulatan negara terus dilanggar. Opsi ini disebut sudah masuk dalam pembahasan Dewan Keamanan Nasional Iran dan menunggu keputusan tertinggi dari Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei.

Advertisement

Pernyataan tersebut sontak mengguncang pasar global. Ironisnya, Amerika Serikat—yang sebelumnya bersikap ofensif—kini justru mengimbau Iran untuk tidak menutup jalur tersebut. “Kami meminta Iran menjaga stabilitas kawasan dan memastikan kelancaran arus perdagangan.” kata juru bicara Departemen Pertahanan AS.

Baca Juga :  Macam-Macam Wibu dalam Menggemari Anime, Jangan-Jangan Kamu Termasuk Salah Satunya

Jika Selat Hormuz ditutup, dampaknya tak main-main. Pasokan minyak dunia terancam terganggu, harga energi bisa melonjak, dan tekanan inflasi akan meningkat di banyak negara, termasuk sekutu utama AS. Negara-negara besar seperti Jepang, Korea Selatan, hingga negara-negara Uni Eropa juga ikut menyuarakan keprihatinan.

Advertisement

Harga minyak global langsung merespons situasi ini. Minyak Brent naik tajam ke level US$81,40 per barel, tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Emas juga menguat karena investor memburu aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik.

Langkah ofensif Amerika Serikat terhadap Iran kini berbalik menjadi tekanan balik. Ancaman penutupan Selat Hormuz membuat AS mengambil sikap lebih lunak. Situasi ini mencerminkan kontradiksi kebijakan luar negeri AS—dari penyerang menjadi pihak yang cemas terhadap konsekuensi dari tindakannya sendiri. [LangsungKlik.id]

Baca Juga :  Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, BRIN Sebut Asap Tebal Bisa Menyebar Ke Negara Lain

Advertisement
Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomihttp://yazid.langsungklik.id
Pemilik PT LangsungKlik Digital Media, perusahaan yang menaungi LangsungKlik.id dalam menghadirkan platform media digital yang informatif, aktual, dan terpercaya. Berkomitmen mengembangkan ekosistem media yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di era digital.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 15/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement