Gangguan Penerbangan Bisa Picu Kerugian Industri Hingga Rp19 Miliar Per Hari

Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak hanya berdampak pada perjalanan penumpang, tetapi juga menekan kinerja bisnis maskapai. INACA memperkirakan potensi kerugian industri penerbangan mencapai Rp10 miliar hingga Rp19 miliar per hari.

Martian B. Kurniawan
Indra Hermawan
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Martian B. Kurniawan & Indra Hermawan
Martian B. Kurniawan
Martian B. Kurniawan Jurnalis
Indra Hermawan
Indra Hermawan Editor

LangsungKlik.id, Jakarta – Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berpotensi memberikan tekanan terhadap industri penerbangan nasional. Indonesia National Air Carrier Association (INACA) memperkirakan potensi kerugian maskapai berada di kisaran Rp10 miliar hingga Rp19 miliar per hari.

Estimasi tersebut muncul akibat kombinasi pembatalan penerbangan, tambahan konsumsi bahan bakar karena pengalihan rute, biaya parkir pesawat, hingga kompensasi bagi penumpang yang terdampak.

Advertisement

Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto mengatakan gangguan operasional memberikan tekanan dari dua sisi, yakni berkurangnya pendapatan maskapai ketika penerbangan dibatalkan dan meningkatnya biaya operasional untuk menjaga layanan tetap berjalan.

Advertisement

“Dampak bisnis ke maskapai bersifat ganda, yakni kehilangan pendapatan sekaligus menanggung lonjakan biaya operasional. Simulasi harian gangguan di CGK dan TKG menunjukkan potensi kerugian Rp10 miliar hingga Rp19 miliar per hari dari 30–50 penerbangan yang batal, ekstra avtur, parkir pesawat, serta kompensasi penumpang. Jika berlanjut sepekan, kerugian bisa menembus Rp70 miliar sampai Rp130 miliar,” ujar Bayu kepada iNews Media Group, Senin (7/9/26).

Baca Juga :  Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga ke 5,50%, Stabilkan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

Koridor Penerbangan Ikut Terdampak

INACA mencatat sebaran abu vulkanik ke arah timur laut berdampak langsung terhadap kepadatan koridor penerbangan di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Radin Inten II Lampung (TKG).

Gangguan tersebut membuat maskapai menghadapi pilihan antara menunda penerbangan, melakukan pengalihan rute, atau membatalkan perjalanan apabila kondisi ruang udara tidak memungkinkan untuk dilalui.

Dari sisi bisnis, setiap keputusan tersebut memiliki konsekuensi biaya. Penerbangan yang dibatalkan berpotensi mengurangi pendapatan dari penjualan tiket. Sementara penerbangan yang tetap dioperasikan melalui rute alternatif membutuhkan tambahan bahan bakar dan waktu terbang.

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini 11 Agustus 2026: Sempat Menguat, Kurs Kembali Tertekan di Awal Perdagangan

Bayu juga menyebut penundaan dan holding selama 60 hingga 120 menit menjadi salah satu dampak dominan di Bandara Soekarno-Hatta. Sejumlah rute domestik menuju Sumatera bagian selatan dan penerbangan internasional menuju Australia juga dapat dialihkan melalui rute yang lebih memutar.

Advertisement

Potensi Kerugian Bisa Membesar

Besarnya kerugian sangat bergantung pada berapa lama gangguan berlangsung serta jumlah penerbangan yang terdampak.

Jika estimasi INACA sebesar Rp10 miliar hingga Rp19 miliar per hari berlangsung selama tujuh hari, potensi kerugian yang dihitung asosiasi berada di kisaran Rp70 miliar hingga Rp130 miliar.

Baca Juga :  Rusia Siap Dukung Proyek Nuklir Indonesia, Ada Apakah di Baliknya?

Angka tersebut merupakan estimasi potensi kerugian, bukan nilai kerugian aktual yang telah terjadi. Besaran akhirnya dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi ruang udara, pembukaan kembali bandara, jumlah penerbangan yang dibatalkan, serta kemampuan maskapai melakukan pengalihan rute.

Selain maskapai, gangguan penerbangan juga berpotensi memberikan efek lanjutan terhadap ekosistem bisnis penerbangan, seperti operator bandara, layanan penumpang, agen perjalanan, serta sektor usaha yang bergantung pada mobilitas udara.

Dengan demikian, gangguan akibat abu vulkanik tidak hanya menjadi persoalan transportasi, tetapi juga dapat memberikan tekanan ekonomi apabila berlangsung dalam periode yang lebih panjang. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Martian B. Kurniawan
Martian B. Kurniawan
Jurnalis LangsungKlik.id yang berfokus pada penyajian informasi dan berita aktual, akurat, dan berimbang. Setiap informasi disusun berdasarkan fakta dan sumber yang kredibel dengan mengutamakan ketepatan, objektivitas, serta kebutuhan pembaca.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 15/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement