Ramai Desakan Audit Data Pertumbuhan Ekonomi BPS 5,12 Persen

Muhammad Yazid Bastomi
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Muhammad Yazid Bastomi (Jurnalis)
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomi Jurnalis

LangsungKlik.id, Nasional – Permintaan audit terhadap laporan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menuai sorotan publik. Langkah ini dinilai mewakili kekhawatiran banyak pihak terkait validitas dan akurasi data BPS yang mencatat pertumbuhan 5,12 persen secara tahunan.

Advertisement

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyatakan dukungan terhadap inisiatif audit tersebut. Menurutnya, hasil analisis Celios yang menunjukkan adanya perbedaan antara data BPS dan kondisi riil ekonomi patut diapresiasi. Celios bahkan telah mengirim surat resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meminta audit data BPS.

Baca Juga :  DPR Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Payung Hukum PRT Resmi Berlaku

Dalam perhitungannya, Wijayanto memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 berada di kisaran 4,6 hingga 4,8 persen, lebih rendah dari klaim BPS. Ia menilai jika data BPS tidak akurat, kebijakan ekonomi berpotensi salah arah. “Berbagai kebijakan penting akan meleset jika didasarkan pada data yang keliru,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).

Advertisement

Celios menyoroti sejumlah ketidaksinkronan, termasuk laporan BPS bahwa industri pengolahan tumbuh 5,68 persen, padahal Purchasing Manager’s Index (PMI) mencatat kontraksi. Porsi industri manufaktur terhadap PDB juga menurun dibanding kuartal sebelumnya. Menurut Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, fenomena ini menunjukkan potensi deindustrialisasi prematur yang harus direspons dengan transparansi data.

Baca Juga :  Netizen Ramai Bahas Desil 1-10, BPS Ungkap Faktor Penentu Kesejahteraan

Direktur Kebijakan Fiskal Celios, Media Wahyudi Askar, menambahkan bahwa jika ada intervensi dalam penyusunan data, hal itu melanggar prinsip statistik resmi PBB. Data yang dilebih-lebihkan, kata dia, dapat membuat pemerintah salah mengambil keputusan, misalnya menunda stimulus atau subsidi karena menganggap ekonomi stabil.

Pemerintah membantah adanya manipulasi. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan tidak ada permainan data. Kepala Kantor Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyebut keraguan sebagian ekonom dipicu oleh framing negatif. Ia menegaskan pemerintah selalu menyampaikan data apa adanya, termasuk saat pertumbuhan ekonomi menurun.

Baca Juga :  Rupiah Menguat Kembali ke Rp15.000 per Dolar AS, Tekanan Global Mereda

Hingga berita ini diturunkan, BPS belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi terkait polemik tersebut. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomihttp://yazid.langsungklik.id
Pemilik PT LangsungKlik Digital Media, perusahaan yang menaungi LangsungKlik.id dalam menghadirkan platform media digital yang informatif, aktual, dan terpercaya. Berkomitmen mengembangkan ekosistem media yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di era digital.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 15/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement