BMKG Tegaskan Cuaca Dingin Bukan Karena Aphelion, Ini Penjelasannya

Muhammad Yazid Bastomi
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Muhammad Yazid Bastomi (Jurnalis)
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomi Jurnalis

LangsungKlik.id – Cuaca dingin yang dirasakan masyarakat belakangan ini bukan disebabkan oleh fenomena aphelion. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan, suhu rendah pada malam hingga pagi hari yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia merupakan kondisi wajar di musim kemarau dan lebih dipengaruhi oleh faktor atmosfer, bukan jarak Bumi dengan Matahari.

Fenomena aphelion sendiri adalah kondisi ketika Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari dalam orbit tahunannya. Tahun ini, aphelion terjadi pada 5 Juli 2025, di mana jarak Bumi dengan Matahari mencapai sekitar 152,1 juta kilometer. Meski demikian, BMKG memastikan bahwa perbedaan jarak ini hanya sekitar 3% dari jarak terdekatnya (perihelion), sehingga dampaknya terhadap suhu permukaan Bumi sangat kecil.

Advertisement
Baca Juga :  Meningkat Tajam, Kasus Penipuan Online Bermodus Link Undangan! Ini Cara Mendeteksinya

“Fenomena aphelion tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap suhu udara di Indonesia. Cuaca dingin yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh angin monsun timur yang membawa udara dingin dari Australia ke wilayah selatan Indonesia.”, kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan resminya, Kamis (10/7/2025).

Advertisement

BMKG juga menjelaskan, kondisi langit cerah saat musim kemarau menyebabkan radiasi panas Bumi di malam hari cepat terlepas ke angkasa tanpa terhalang awan. Hal ini membuat suhu permukaan turun, terutama pada malam dan dini hari. Fenomena ini dikenal masyarakat Jawa dengan sebutan “bediding” atau “mbedhidhing” yang rutin terjadi setiap musim kemarau, biasanya pada Juli hingga September.

Baca Juga :  Harga Bitcoin dan Ethereum Masih Turun, Tren Koreksi Kripto Berlanjut

BMKG memperkirakan suhu dingin di malam hingga pagi hari ini akan terus berlangsung hingga puncak musim kemarau pada Agustus mendatang. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan, memakai pakaian hangat saat beraktivitas di pagi hari, serta tidak mudah percaya pada informasi yang keliru terkait cuaca ekstrem yang dikaitkan dengan aphelion.

Fenomena ini merupakan bagian dari siklus tahunan yang normal dan bukan tanda adanya perubahan iklim ekstrem. BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca dari kanal resmi BMKG agar terhindar dari hoaks. [LangsungKlik.id]

Baca Juga :  XRP Ledger Catat Rekor Transaksi Harian, Tunjukkan Sinyal Pertumbuhan Jaringan
Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomihttp://yazid.langsungklik.id
Pemilik PT LangsungKlik Digital Media, perusahaan yang menaungi LangsungKlik.id dalam menghadirkan platform media digital yang informatif, aktual, dan terpercaya. Berkomitmen mengembangkan ekosistem media yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di era digital.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 15/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement