Terungkap! Otak Sering ‘Merekayasa’ Kenangan Saat Kita Mengingat

Muhammad Yazid Bastomi
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Muhammad Yazid Bastomi (Jurnalis)
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomi Jurnalis

LangsungKlik.id – Banyak orang percaya ingatan adalah rekaman akurat seperti file komputer. Namun penelitian menunjukkan bahwa setiap kali kita mengingat sesuatu, otak sebenarnya sedang “membangun ulang” memori, bukan memutar ulang data yang tersimpan utuh. Proses rekonstruksi inilah yang membuat sebagian orang yakin pada kenangan yang ternyata tidak pernah terjadi atau berubah dari aslinya.

Advertisement

Ahli neurosains menyebut fenomena ini sebagai false memory, yaitu kondisi ketika seseorang salah mengingat detail, urutan peristiwa, bahkan keseluruhan kejadian. Ketika memori dipanggil, otak mengisi bagian yang tidak lengkap dengan informasi baru, asumsi, atau pengalaman lain yang mirip. Karena mekanismenya halus dan otomatis, kesalahan tersebut tidak terasa oleh individu yang mengingatnya.

Baca Juga :  Tablet Terjangkau tapi Canggih! Kenalan dengan Samsung Galaxy Tab A9

Studi menunjukkan bahwa faktor lingkungan, sugesti, percakapan, hingga ekspektasi dapat memengaruhi cara otak membangun ulang kenangan. Misalnya, seseorang bisa mengingat warna pakaian seseorang berbeda, meyakini pernah berada di suatu tempat padahal tidak, atau menambahkan detail yang tidak ada dalam kejadian asli. Kesalahan kecil ini muncul karena otak memprioritaskan makna dan konteks, bukan keakuratan visual atau fakta mentah.

Peneliti juga menemukan bahwa memori yang sering diulang justru lebih rentan mengalami perubahan. Setiap kali mengingat, kenangan tersebut sedikit dimodifikasi sebelum disimpan kembali. Seiring waktu, akurasinya bisa memudar dan tergantikan oleh versi baru yang terasa sangat meyakinkan bagi pemiliknya.

Advertisement
Baca Juga :  Cara Menghasilkan Uang Tambahan dari Internet di Rumah

Meski terdengar mengkhawatirkan, fenomena false memory adalah bagian normal dari cara kerja otak. Proses ini membantu manusia menyimpulkan informasi dengan cepat, memahami pola, dan mengambil keputusan berdasarkan pengalaman yang dirasa familiar. Namun dalam konteks tertentu, seperti investigasi, persaksian, atau konflik personal, ketidaktepatan memori dapat menimbulkan salah paham.

Memahami bahwa ingatan tidak selalu akurat dapat membantu seseorang lebih berhati-hati dalam menilai suatu kejadian. Kesadaran ini juga mendorong pentingnya verifikasi fakta dan catatan objektif, terutama dalam situasi yang menuntut ketepatan. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Muhammad Yazid Bastomi
Muhammad Yazid Bastomihttp://yazid.langsungklik.id
Pemilik PT LangsungKlik Digital Media, perusahaan yang menaungi LangsungKlik.id dalam menghadirkan platform media digital yang informatif, aktual, dan terpercaya. Berkomitmen mengembangkan ekosistem media yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di era digital.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 15/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement