LangsungKlik.id, Jakarta – Akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung kini resmi menjadi bagian dari Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Rocky dilantik Presiden Prabowo Subianto bersama 25 anggota Wantimpres lainnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. Dalam susunan baru itu, Rocky Gerung tercatat sebagai salah satu anggota Wantimpres.
Pelantikan Rocky menjadi perhatian karena selama ini ia dikenal sebagai akademisi dan pengamat politik yang kerap menyampaikan pandangan kritis terhadap kebijakan pemerintah. Bahkan, dalam keterangannya setelah pelantikan, Rocky menegaskan bahwa sikap kritis justru merupakan bagian dari fungsi Wantimpres.
Rocky: Wantimpres Harus Kritis terhadap Kebijakan
Usai dilantik, Rocky menjelaskan bahwa tugas Wantimpres bukan sekadar memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah. Menurut dia, anggota dewan harus mampu melihat kebijakan secara lebih mendalam sebelum memberikan pertimbangan kepada Presiden.
“Kalau mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan,” kata Rocky usai pelantikan di Istana Negara, Jumat (2/10/2026).
Rocky mengatakan setiap kebijakan pemerintah dapat menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Karena itu, Wantimpres perlu membaca persoalan secara lebih mendalam dengan mempertimbangkan aspek etis serta kondisi yang berkembang di masyarakat.
Ia menjelaskan, pertimbangan yang diberikan Wantimpres nantinya menjadi salah satu bahan bagi Presiden dalam mengambil keputusan.
“Tugas dewan adalah mengingat dan menimbang dan memutuskan, penetapannya ada pada presiden. Jadi kita membuat pertimbangan, user-nya adalah Bapak Presiden,” ujar Rocky.
Dari Pengamat Kritis ke Lingkar Istana
Masuknya Rocky ke Wantimpres menempatkannya pada posisi yang berbeda dari peran publiknya selama ini sebagai pengamat politik.
ANTARA pada sejumlah pemberitaan sebelumnya mencatat Rocky sebagai sosok yang dikenal kritis terhadap pemerintah. Pada 2025, misalnya, ia pernah menyampaikan pandangan mengenai perlunya perubahan dalam pemerintahan Presiden Prabowo, termasuk terkait wacana perombakan kabinet.
Kini, Rocky justru berada di dalam lembaga yang secara langsung memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Namun, Rocky mengatakan posisinya sebagai Wantimpres tidak berarti harus terlibat dalam urusan teknis pemerintahan sehari-hari. Ia menyebut Presiden Prabowo memberikan pesan bahwa Wantimpres memiliki kedudukan etis, bukan teknis.
Menurut Rocky, anggota Wantimpres perlu mengambil jarak dari berbagai peristiwa konkret agar dapat melakukan kontemplasi dan evaluasi terhadap arah kebijakan pemerintah. Ia juga mengibaratkan Wantimpres seperti oversight committee dalam sebuah perusahaan, tetapi bekerja dalam konteks kepentingan publik.
Rocky juga menilai keahlian dan ketajaman membaca persoalan menjadi hal penting bagi anggota Wantimpres. Dengan komposisi baru yang terdiri atas tokoh dari berbagai latar belakang, Wantimpres diharapkan dapat memberikan pertimbangan kepada Presiden dari beragam perspektif.
Pelantikan Rocky menjadi anggota Wantimpres sekaligus menandai babak baru kiprahnya di ruang pemerintahan. Dari posisi sebagai pengamat yang kerap menyampaikan kritik dan analisis terhadap kebijakan publik, kini ia menjalankan peran resmi sebagai salah satu pemberi pertimbangan kepada Presiden Prabowo. (*)



