LangsungKlik.id, Jakarta – Pesan protes Greenpeace Indonesia mengenai krisis iklim dan meningkatnya biaya hidup meluas hingga ke panggung internasional. Setelah spanduk raksasa yang dibentangkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, diturunkan, warganet ramai mengusulkan patungan untuk membawa pesan tersebut ke Times Square, New York, Amerika Serikat.
Aksi Greenpeace berlangsung pada Selasa (20/10/26). Sejumlah aktivis membentangkan spanduk raksasa dari kawasan Patung Selamat Datang di Bundaran HI.
Salah satu spanduk bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”. Spanduk lainnya memuat pesan, “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”
Greenpeace Indonesia menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk desakan kepada pemerintah agar lebih serius menangani krisis iklim yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
Dari Bundaran HI, Warganet Usulkan Patungan
Penurunan spanduk tidak membuat pesan protes tersebut berhenti diperbincangkan. Sebaliknya, aksi itu ramai mendapat perhatian di media sosial.
Sejumlah warganet kemudian mengusulkan penggalangan dana dengan nominal sekitar Rp10.000 per orang untuk menyewa layar iklan digital di Times Square.
Times Square dipilih karena menjadi salah satu kawasan ikonik di New York yang dikenal dengan deretan videotron berukuran besar. Berbagai pesan dan kampanye dari beragam negara kerap ditampilkan di kawasan tersebut.
Besarnya perhatian terhadap usulan ini memperlihatkan bagaimana media sosial dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan sebuah aksi. Pesan yang awalnya disampaikan melalui spanduk di Jakarta didorong untuk menjangkau audiens internasional.
Pesan Protes Dilaporkan Tampil di Times Square
Sejumlah media kemudian melaporkan bahwa materi protes yang berkaitan dengan aksi Greenpeace Indonesia telah tampil di layar digital Times Square setelah muncul gerakan patungan warganet. Dokumentasi penayangan tersebut turut beredar di media sosial.
Pesan yang dibawa berkaitan dengan keresahan terhadap krisis iklim, bencana, dan tekanan biaya hidup yang menjadi pokok kritik dalam aksi di Jakarta.
Meski demikian, rincian mengenai jumlah dana yang terkumpul, pihak yang mengelola penggalangan dana, serta mekanisme penyewaan layar belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.
Kritik Krisis Iklim Menjangkau Panggung Internasional
Greenpeace Indonesia sebelumnya menyuarakan desakan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran agar memperkuat penanganan krisis iklim. Organisasi lingkungan tersebut menilai dampak krisis iklim berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, kesehatan, sumber penghidupan, dan harga pangan.
Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, menyoroti dampak krisis iklim yang semakin dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Perjalanan pesan protes dari Bundaran HI menuju Times Square menunjukkan bagaimana sebuah aksi lokal dapat memperoleh perhatian lebih luas melalui media sosial. Isu yang disuarakan di pusat Jakarta kini dilaporkan menjangkau salah satu ruang publik paling dikenal di dunia. (*)



