Makanan dan Tembakau Jadi Salah Satu Penyumbang Inflasi Indonesia, Simak Datanya

Hariyadi
Tim Redaksi LangsungKlik.id
Hariyadi (Jurnalis)
Hariyadi
Hariyadi Jurnalis

LangsungKlik.id – Inflasi Indonesia Desember 2025 tercatat sebesar 2,92% YoY, sebagian besar dipengaruhi oleh kelompok makanan dan tembakau, namun berbagai komponen lain juga memberikan andil signifikan terhadap kenaikan harga. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi merupakan hasil gabungan dari beberapa kelompok harga yang masing-masing memiliki kontribusi berbeda terhadap indeks harga konsumen (CPI).

Fenomena kenaikan harga ini menjadi perhatian bagi generasi Milenial dan Gen Z, terutama pasangan muda dan keluarga urban yang mengalokasikan sebagian besar pendapatan untuk kebutuhan pokok, transportasi, dan layanan rumah tangga.

Komponen Inflasi Indonesia 2025

Berdasarkan data BPS, kontribusi inflasi per kelompok pengeluaran utama pada Desember 2025 adalah sebagai berikut:

Advertisement
Komponen / SektorInflasi Tahunan (%)Andil Terhadap Inflasi Nasional (poin)Catatan Utama
Makanan, Minuman, Tembakau4,50*1,30*Komoditas seperti beras, daging, telur, bawang, cabai, dan rokok mendorong inflasi utama.
Perumahan & Utilitas Rumah Tangga2,100,50Termasuk tarif listrik, air, gas, dan bahan bakar rumah tangga.
Transportasi3,200,45Kenaikan biaya angkutan umum, bahan bakar, dan logistik.
Rekreasi, Budaya & Restoran2,800,20Kenaikan harga layanan restoran dan tiket rekreasi.
Pakaian & Alas Kaki1,500,10Harga relatif stabil sepanjang 2025.
Kesehatan1,800,08Inflasi moderat untuk obat dan layanan kesehatan.
Pendidikan2,000,12Kenaikan biaya pendidikan formal dan non-formal.
Komunikasi0,500,05Stabil, bahkan sebagian menurun karena paket internet dan telekomunikasi.
Lain-lain1,200,12Termasuk barang dan jasa lainnya yang minor.

*Perkiraan kontribusi Desember 2025 berdasarkan tren bulanan dan data sebelumnya dari BPS.

Baca Juga :  UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana Resmi Berlaku, Ini Sektor yang Terdampak

Dari tabel ini terlihat bahwa makanan dan tembakau tetap menjadi pendorong utama inflasi, diikuti oleh sektor transportasi dan perumahan. Kelompok lain seperti pakaian, kesehatan, pendidikan, dan komunikasi memiliki kontribusi lebih kecil tetapi tetap memengaruhi pergerakan CPI secara keseluruhan.

Inflasi Inti vs Volatile Food

  • Inflasi Inti (Core Inflation): 2,38% YoY
    Inflasi inti mencerminkan harga barang dan jasa yang stabil, tanpa volatile food dan harga energi yang bergejolak. Ini menunjukkan tekanan harga di luar pangan relatif terkendali.
  • Volatile Food (Harga Pangan Bergejolak): ±5,48% YoY
    Pangan termasuk bawang merah, cabai, beras, daging, telur, dan minyak goreng menjadi komponen paling fluktuatif dan kontributor terbesar inflasi nasional.
  • Administered Prices (Harga Diatur Pemerintah): Moderat
    Termasuk tarif listrik, angkutan publik, dan bahan bakar tertentu, yang naik secara terkendali.
Baca Juga :  Tips Aman Belanja Online, Begini Cara Hindari Penipuan

Para pakar ekonomi menekankan bahwa makanan dan tembakau adalah faktor utama, tetapi kenaikan harga di perumahan, transportasi, dan layanan juga memberikan tekanan tambahan.

Tren Inflasi Bulanan 2025

  • Januari – Februari: Inflasi rendah atau deflasi
  • Maret – Juni: Inflasi mulai meningkat seiring permintaan meningkat
  • Juli: 2,37% YoY, makanan & tembakau andil 1,08 poin
  • Agustus: 1,87% YoY, makanan & tembakau andil 1,32 poin
  • Oktober: 2,86% YoY, makanan & tembakau andil 1,43 poin
  • November: 2,72% YoY, makanan & tembakau andil 1,22 poin
  • Desember: 2,92% YoY, makanan & tembakau diperkirakan andil 1,30 poin
Baca Juga :  Workplace AI: Kawan atau Lawan? Adaptasi Skill yang Dibutuhkan agar Tidak Tergantikan Robot

Tren ini menunjukkan konsistensi tekanan harga dari makanan dan tembakau sepanjang 2025, sementara inflasi inti relatif stabil.

Advertisement

Kesimpulan

Makanan dan tembakau tetap menjadi penyumbang inflasi terbesar Indonesia sepanjang 2025, disusul sektor transportasi dan perumahan. Inflasi inti menunjukkan bahwa tekanan harga di luar pangan masih moderat, namun volatile food tetap menjadi faktor paling fluktuatif dan sensitif terhadap pasokan, musim panen, dan distribusi logistik.

Advertisement

Bagi masyarakat, terutama generasi Milenial dan Gen Z, pemahaman ini penting agar dapat mengatur belanja, memprioritaskan kebutuhan pokok, dan mengantisipasi kenaikan harga. Dengan strategi tepat, tekanan inflasi dari berbagai komponen bisa dikelola tanpa terlalu membebani anggaran keluarga. (*)

Ikuti Channel WhatsApp LangsungKlik.id
Dapatkan berita terbaru, informasi terkini, dan kabar pilihan LangsungKlik.id langsung melalui WhatsApp.
Ikuti Sekarang
Hariyadi
Hariyadi
Jurnalis LangsungKlik.id yang berfokus pada penyajian informasi dan berita aktual, akurat, dan berimbang. Setiap informasi disusun berdasarkan fakta dan sumber yang kredibel dengan mengutamakan ketepatan, objektivitas, serta kebutuhan pembaca.
Advertisement
BACA JUGA
BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

E-Koran Edisi 23/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 15/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...

E-Koran Edisi 09/09/26

Berlangganan E-Koran LangsungKlik.id Gratis! Dapatkan akses E-Koran LangsungKlik.id secara gratis dan nikmati informasi terkini seputar berita, politik, pemerintahan, hukum, kriminal, serta berbagai informasi lainnya dalam...
Advertisement