LangsungKlik.id – Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali melakukan perombakan indeks saham Indonesia melalui MSCI August 2026 Index Review. Dalam perubahan tersebut, sebanyak 10 saham Indonesia dikeluarkan dari indeks MSCI, termasuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), sementara sejumlah saham lainnya mengalami perubahan klasifikasi.
Keputusan MSCI tersebut menjadi perhatian investor karena indeks MSCI menjadi salah satu acuan penting bagi investor institusi dan pengelola dana global dalam menentukan alokasi investasi di pasar saham berbagai negara.
Perubahan konstituen indeks tersebut akan berlaku setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 atau efektif mulai 1 September 2026.
GOTO Keluar dari MSCI Global Standard
Salah satu perubahan paling mencolok adalah keluarnya PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari MSCI Global Standard Indexes.
Keputusan tersebut berkaitan dengan persoalan likuiditas saham GOTO. Reuters melaporkan kapitalisasi pasar GOTO telah turun jauh dari sekitar US$29 miliar pada masa sebelumnya menjadi sekitar US$3,2 miliar.
Harga saham GOTO juga telah berada di level Rp50 per saham sejak pertengahan Mei 2026. Kondisi tersebut membuat investor institusi menghadapi keterbatasan ketika ingin melakukan transaksi dalam volume besar.
MSCI sebelumnya bahkan telah membekukan perubahan terkait GOTO pada akhir Mei karena mempertimbangkan kesulitan investor yang mengikuti indeks untuk memperdagangkan saham tersebut dalam jumlah besar.
Dari sisi perusahaan, GOTO menegaskan bahwa keputusan MSCI berkaitan dengan kriteria teknis perdagangan dan bukan mencerminkan fundamental bisnis perusahaan. GOTO juga menyatakan akan tetap berkomunikasi dengan MSCI.
CPIN Turun Kelas ke Global Small Cap
Selain GOTO, MSCI juga melakukan perubahan terhadap posisi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
CPIN dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes dan masuk ke dalam MSCI Global Small Cap Indexes. Dengan demikian, CPIN tidak sepenuhnya keluar dari cakupan indeks MSCI, tetapi mengalami penurunan klasifikasi.
Perubahan seperti ini tetap penting bagi investor karena perpindahan indeks dapat memengaruhi bobot dan aliran dana dari produk investasi yang mengikuti indeks MSCI.
Sembilan Saham Keluar dari Global Small Cap
Sementara itu, sembilan saham Indonesia lainnya dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes.
Daftar tersebut terdiri atas:
- ARTO – Bank Jago
- BUKA – Bukalapak.com
- ESSA – ESSA Industries Indonesia
- FILM – MD Entertainment
- HEAL – Medikaloka Hermina
- KPIG – MNC Tourism Indonesia
- RATU – Raharja Energi Cepu
- SMGR – Semen Indonesia
- TCPI – Transcoal Pacific
Dengan demikian, total terdapat 10 saham Indonesia yang terkena perubahan keluar dari indeks MSCI, terdiri atas satu saham dari Global Standard dan sembilan saham dari Global Small Cap.
Berpotensi Memengaruhi Arus Dana Asing
Perubahan indeks MSCI menjadi perhatian karena banyak investor institusi menggunakan indeks global sebagai acuan dalam menyusun portofolio.
Ketika suatu saham dikeluarkan dari indeks, dana yang menggunakan strategi pasif atau mengikuti indeks berpotensi melakukan penyesuaian kepemilikan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan aktivitas transaksi pada saham yang terdampak, terutama menjelang tanggal efektif.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August 2026 Index Review memberikan tekanan terhadap pasar saham Indonesia. Perusahaan sekuritas tersebut memperkirakan terdapat potensi arus dana keluar hingga sekitar Rp1 triliun akibat perubahan tersebut.
Namun, dampak aktual terhadap masing-masing saham tetap bergantung pada strategi investor dan kondisi pasar ketika perubahan mulai efektif.
IHSG Ikut Tertekan
Pengumuman MSCI juga langsung menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pasar saham Indonesia pada Kamis (13/8/2026).
IHSG tercatat mengalami tekanan dan turun lebih dari 1 persen dalam perdagangan hari tersebut. Pasar merespons perubahan indeks MSCI sekaligus mencermati potensi penyesuaian portofolio oleh investor asing.
Meski demikian, pergerakan IHSG tidak hanya ditentukan oleh MSCI. Sentimen global, nilai tukar rupiah, kondisi ekonomi domestik, hingga arah arus dana asing tetap menjadi faktor yang memengaruhi indeks.
Bagi investor, perubahan MSCI kali ini menjadi pengingat bahwa status sebuah saham dalam indeks global dapat memengaruhi likuiditas dan minat investor institusi. GOTO menjadi nama yang paling mencuri perhatian setelah dikeluarkan dari Global Standard, sementara CPIN turun ke Global Small Cap dan sembilan saham lainnya keluar dari indeks Small Cap.
Perubahan tersebut baru efektif pada akhir Agustus. Karena itu, pergerakan saham-saham terdampak hingga tanggal efektif akan menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar dalam beberapa pekan ke depan. (*)



